Praktek

All Blog Post

Kamis, 26 Agustus 2010

Mawar Merah

Mawar merah yang telah aku petik akan aku siram dan daunnya akan aku rangkai.
Kupilihkan aneka hiasan dari tumbuhan topis dan wewangian bersama rangkaian bunga mawar ini.
Akan kau selipkan juga, sepucuk surat yang telah aku pilihkan syairnya dengan bahasa pujangga agar kau benar benar terbuai oleh indahnya kata-kata didalamnya.

Tangkai demi tangkai bunga mawar yang berwarna hijau akan aku simpan diatas jambang diatas meja agar setiap hari aku dapat melihatnya. Bersamaan dengan saat aku memainkan perasaaan, saat aku melihatnya.
Kusandingkan pula sebagian bunga mawar ini dengan seluruh perasaan yang ada didalam hatiku, supaya dimanapun aku berada, aku dapat dengan mudah untuk mengingatnya.

Mawar.....
Senandungkanlah lagu-lagumu sebagai buluh perindu tepat diatas telinga kananku.
Akan kuingat lantunan syairmu untuk seribu tahun kedepan.
Akan kuingat setiap gerakan indah bibr merahmu yang dihiasi oleh kecupan intim indah didalamnya.

Ceritakanlah padaku dan kepada khayalak ramai dengan bahasa wajahmu
Tentang kita dan aku yang selalu menatapmu dengan bahasa mataku.
Bahasa keindahan, itulah arti yang dapat aku genggam
Bila saja aku menengadahkan mukaku dengan mata tertutup.

Bukan hanya Bunga Mawar Merah yang ingin aku tambatkan ditumpukan bilik duniayang tersabit oleh langit.
Lebih sekedar keduanya yang telah aku tanam di taman persemaian.
Setelah kita berhadapan dan merapatkan hati kita masing-masing.
Langit akan menurunkan rahmatnya untuk kita,
Dengarkan bisikannya, alam setuju dengan semua yang telah kita rangkai tanpa kita sadari.

Hanya bunga mawar yang mengerti maksud dari semua pergantian.
Disaat kita saling melontarkan keraguan yang tak berjawab.
Sebuah hikmah akan muncul membuka tabir jiwa kita.
Yang tak bisa kita sesuaikan dengan hati, jiwa, ataupun naluri kita.

Saat tangan kita terasa gelap, sampai tangan kitapun tak bisa kita lihat,
Semerbak wangi bunga mawar ini akan menuntun kita untuk meluruhkan mata kita.
Menuntun kita untuk bertanya kepada hati kecil kita,
Dengan kepala terarah, kita tertegun sejenak.

Kemudian, saat tangan kita mulai dapat diraih,
Bunga mawar ini akan membuat kita beranjak dari tempat kita terjaga.
Dibuatnya kita untuk dapat melupakan apa yang terjadi didalam mimpi kita.
Lalu, dituntunnya kita untuk dapat membuka tabir mimpi kita dikehidupan nyata.

Saat mata kita bisa kita binarkan.
Kita akan berlari untuk mengejar mentari yang telah lam kita nantikan.
Membukakan tangan, dan berteriak membelah kehampaan hati yang kini telah terjaga.

Saat mentari mulai barada tepat diatas kepala kita.
Kita akan berjalan menuju ke arah mentari akan tenggelam
Kita akan mempercepat langkah kita, seiring lembayung senja yang menguning di ufuk barat.

Bunga mawar ini adalah satu dari apa yang telah aku kalungkan.
Hatiku telah tertambat berada diujung ketajaman durinya.
Secara bersamaan waktu,
Takkan aku sandingkan bunga mawar ini dengan bunga lain
Agar aku dapat merasakan betapa pedihnya duri bunga ini saat aku menggenggamnya.

Akhirnya akupun menyadari,
Walaupun bunga mawar ini tidak berwarna merah,
Dan harumnya tak semerbak seperti saat aku menciumnya.
Ataupun bentuknya tak seindah seperti yang kau lihat sekarang.
Bunga ini akan tetap bernama Mawar apapun yang akan terjadi.

Seperti kisah cinta yang telah tercantum dalam sejarah umat manusia,
Seperti indahnya kisah cinta ROMEO dan JULIETTE....
Aku sampaikan salamku kepada dunia....

Ciamis, 28 Februari - 4 maret 2003

Sayangku.....

Sayangku......
Terciptalah irama cinta ini
Hanyalah untukmu......

Semoga kau dapat memahami
Perasaan hatiku.....

Sayangku.....
Berikan aku setitik kasihmu
Agar hilang dahaga rindu

Bawa aku ke alam cintamu.....
Kaulah gadisku.....

Sayangku......
Bisikanlah suaramu....
Agar aku tak perlu merindu
Bersama alunan di dalam hatiku....

Sayangku.......
Mengertilah perasaan hatiku
aku hanya menantikan kehadiran,
sentuh lembut, tawa, dan manjamu....
Sebagai pengungkap rinduku
Agar hadirmu tak lagi
Menjadi mimpi yang tak pasti
Disetiap hariku.....

Ciamis, 7 Desember 2003

Terbang Bersama Angan....

Kuterbawa angan silaukan pandangan
Menepi di dasar keputus-asaan
Harapasn yang telah kita impikan
Pupus bersama hilangnya tabir logika

Bawa aku kawan pergi tinggalkan
Rasa sepi yang menghantui perasaan
Membunuhku secara perlahan
Sampai disaat aku merasa berada
Si dunia terasing yang terasa berbeda

Tolong tuhan bawa aku kembali
Merepih indahnya mentari pagi
Membuang semua elegi
Yang menelanjangi aku punya harga diri

Indahnya rindu

Indahnya kerinduan tak lagi bisa
menahan semua perasaan
Gelapnya hati  ini hanyalah
Menambah kehampaan

Simanakah harapan itu berada
Saat tak ada jalan

Takkkan pernah kau ku relakan
Pergi bersama keraguan
Seperti gelapnya malam yang menyatu
Dengan bintang-bintang
Didalam manisnya semua kenangan
Kaulah yang memberiku impian
Masihkah ada hasrat dihatimu
Tuk kembali ke pelukanku

Aku Jatuh Cinta....

Aku terpesona pada indah bola matamu
Aku terbuai oleh sayunya seyummu....
Salahkah aku bila seandainya aku menginginkan dirimu....?????

Lirih tutur sapa yang telah kau cipta
Menggugah naluri untuk tambatkan hatiku
Wangi tubuhmu yang semerbak tersenyum
Mencerminkan indahny pesona dirimu

Aku jatuh cinta kepadamu
Sejak pertama menatap indah bola matamu
Kau telah membuat hati ini jatuh
Hanya kepadamu....
Sejak kau tersenyum seindah itu...

Puitis Abist

Saat tanganku bisa aku gerakkan
Tak ada yang tak dapat aku tulis
Saat penaku menyentuh kertas ini
Aku tak perlu berkhayal
Tentang apa yang harus aku tulis

Mentari datang menyambut kesepian
Embun bertetesan diujung dedaunan
Pagi ini saat langit tersentuh
Aku mulai membukakan mata, menengadahkan muka
Bergerak beraturan bangun tergaduh

 Kilauan sinar tergores di jendela
Memetik detik-detik jarum waktu
Membukakan telingaku yang tersedak
Diramtai sisa-sisa kegelapan

Pelan terarah kutulis kata-kata
Semisal sebuah janji atas apa
Gejolak hati dari bara yang tertanda
Saat diri dan jiwaku terasa hampa

Keindahan mulai berjatuhan diawal
Akhir ceritanya takkan kuizinkan bertahta
Seindsah apapun jalan tertempuh didalamnya
Maafkan bila aku tak berjeda

Seribu bintang yang telah jatuh
Takkan mungkin dapat merubah
Perasaan cinta yang telah tertanam
Wangi bunga yang telah kau taburkan
Di taman terindah, kini telah bersemi dan menyentuh

Mengertilah....Kau kan selalu tersenyum
Seiring lantunan syair menyentuh indah wajahmu
Saat kau tak disampingku....
Yakinkanlah bahwa :...
Aku selalu ada untukmu.....

Hilangkan perbedaan antar kita
Seperti terangnya sinaran dijiwa
Salam naluri untuk saling memiliki

Rindukan aku.........
Kenamglah kedamaian saat kita bersama
Biarkan gundah bersahaja mememanimu untuk sesaat
Seperti indahnya langit yang meneteskan bahasa kesejukan
Dari warna cerah pada lengkungan didalamnya

Angin terhanyut tiupkan nada
Susul sang waktu yang terdiam
Salahkan apa yang kau lihat
Lakukan apa saja bila semua khayal
Tak bisa diselesaikan dengan segala laku
Aku akan menundukan muka
Bila hasrat menjadi tak nyata

Akhirnya....
Sepuitis apapun tulisan ini
Masih seperti apa yang telah aku ungkapkan
Kemarin atau lain hari datangnya
Kau tetap saja mempesona
Bunga yang menjatuhkan air di kelopaknya

Ciamis, 30 Maret 2003

Selasa, 24 Agustus 2010

Tuhan...Aku Memujimu...

Seribu keagungan atas dirimu
Yang telah menciptakan sebongkah daging
Dan dicampurkannya dengan segumpal darah
Ditumpahkan kehidupan diantaranya

Segala puji hanya untik nama-Mu
Yang telah menciptakan sejuta keindahan
Dan yang telah membinarkan mata ini
Agar kita dapat melihat keindahan itu

Maha suci atas kemurahan hati-Mu
Yang menjadikan dunia berpasang-pasangan
Yang telah memasangkan bintang dan gelap malam
Ynag telah menjadikan mentari bersinar setiap hari

Tiada tuhan selain diri-Mu
Yang menjaga semesta alam
Yang menuntun setiap gerak langkahku
Berpijak diatas penglihatan-Mu

Abadilah dirimu Zat yang maha sempurna
Yang memberikan apa yang telah engkau tumpahkan
Jalan terbaik dari semua jalan yang telah engkau berikan

MALAM....

Bulan takkan datang
Bintang takkan keluar
Awan telah mendung
Langit akan gelap
Hujan akan turun

Kelelawar enggan untuk keluar
Bueung malam masih di dalam sarangnya
Binatang malam tak memberiku salam
Suasana mencekam

Dikamarku sama sepinya
Hujan mulai bergemerincik
Tak lama berselang kemudian memadat
Gelombang radio mulai bergemuruh petir

Kumatikan radioku
Suasana menjadi hiruk-pikuk
Aku berbaring sesaat
Kutatap langit-langit kamar

Kumatikan lampu
Kamarku gelap, mataku menjadi tak bisa terpejam
Alisku dipenuhi berjuta pemberat
Wajah seorang gadis berkelana diatas khayalku
Aku sesaat terpejam
Aku harap aku memimpikan kamu....

Ciamis, 23 Februari 2003

Kamis, 19 Agustus 2010

Bintang Di Langit....

BINTANG DI LANGIT.......

Bintang.........
Kau indah sekali malam ini.
Cahayamu berkedipan membelah angkasa kelam, yang sejak tadi diam membisu.
Sang raja siang telah pergi, digantikan, memberikan tempat untukmu.
Mengganti suasana tadi siang, yang panas, yang terang, yamh membuatku melepuh.
Berubah menjadi dingin dan akan mengembun nanti pagi.

Bintang.........
Aku sendiri disini......

Bintang.........
Mengapa kau terlalu jauh dari tempatku berpijak....?
Hingga aku hanya bisa menatapmu.

Langit......
Tolong katakan pada bintang betapa rindumya diriku.
Betapa aku tak bisa melupakan wajah anggunnya.
Saat matnya berbinar, seberkas cahaya pelangi nampak menggugah nafsuku, membuatku seakan ingin selalu menatapnya.
Saat bibirnya tersenyum, Bunga mawar seakan melekat di merahnya.
Wajahnya yang berseri, laksana embun pagi, mengatakan padaku bahwa hatinya seperti hatiku yang tulus kepadanya.

Bintang.........
Andai aku punya sayap seperti elang, Punya cahaya seperti raja siang, dan bisa berfikir secerdas jernihnya air sungai yang mengalir.
aku mungkin bisa datang ketempatmu.
Berbicara denagn bibirmu, menatap sayunya wajahmu, melihat dirimu tersenyum lebih indah, menatap sayunya wajhmu yang mengandung sesuatu.
Aku tak bisa menundukan mukaku saat aku melihat sinarnya yang berkaca-kaca.

Bintang.........
Maafkan aku bila saja aku terlalu berlebihan memujimu.
Tak ada kata terindah untuk bisa menggambarkan bagaiman indahnya dirimu.
Bulan yang bersinar malam ini pun seakan setuju dengan apa yang telah aku ungkapkan.
Langit yang sejak tadi engkau hiasi, hanya diam membisu, pertanda bahwa dia setuju dengan apa yang aku katakan.

Bintang.........
Apakah kau bisa lihat aku dari atas sana.....???
Apakah indah bumi tempat ku berdiri....???
Samakah kau lihat bumi seperti melihat dirimu dari sini....???
Putih....
Berkilau....
Berkelap-kelip....
Tak lebih berbedakah jarak antara penglihatanku dengan sinarmu.....???
Berapa saat waktu yang dibutuhkan untuk sinarmu sampai di kakiku yang telah berdebu ditiup angin malam yang selalu menemaniku di setiap kesendirianku.

Bintang.........
Bicaralah padaku tentang bagaimana sebenarnya kau menganggap aku....???
Tentang bagaiman keadaanku saat kau pertama kali melihatku....???
Tentang betapa hinanya aku....???
Dan tentang betapa berartinya sinarmu dihadapanku.
Sampai-sampai kau seperti tak ingin melihatku lagi.
Seperti saat aku dikejar olek tamaknya sang waktu yang berusaha mencabik-cabik tubuhku yang tak ada artinya lagi.
Tapi aku yakin Tuhan masih bersamaku.
keajaiban datang untukku, sang waktu yang telah mengoyak-ngoyak tubuhku akhirnya dapat pergi bersama semilirnya angin malam.

Tapi mungkinkah keajaiban datang untuk kedua kalinya.....???
Akupun sadar walupun dirimu tidak berpijak di langit, kaupun tidak akan jatuh kebumi.
Hanya dirimu dan Sang Waktu yang akan dapat membuka semau tabir rahasia didalam keindahan dirimu.

Bintang.........
Berteerima-kasihlah kepada Yang Maha Kuasa yang telah menciptakan dirimu diatas nirwana.
Kau sempurna bila saja kau ingat bagaiman dirimu diciptakan diatas nirwana.
Wujudmu menjadi tidak akan berbentuk bila saja suatu saat sinarmu tidak dapat memancar lagi, dan semua itu tak pernah aku harapkan.

Bintang.........
Semua tabir selalu dapat tersibak bila sudah sampai pada waktunya.
Saat sinarmu meredup, atau bahkan hilang sama sekali, itu poertanda bahwa Yang Maha Kuasa telah membatasi semua kesempurnaanmu.
Awan gelap secara perlahan akan menutupi cahayamu, suatu saat nanti, dan itu benar-benar akan terjadi.

Bintang.........
Cahaya hatimu takkan pernah hilang dari dalam jiwaku.
Kaulah bintang yang paling berbeda yang pernah aku lihat.
Mata hatiku tidak terlalu salah mengartikan semua ini.
Kaulah bintang yang ingin aku miliki.
Andai saj sayangmu tak dapat belabuh bersamaku, separuh hatiku terbah bersama perasaan yang telah hancur sepaerti saat kau hancurkan aku.
Biarlah akan kubawa perasaan ini dengan beban yang aku pikul di pundakku.

Bintang.........
Apakah awan gelap akan selalu menghalangiku....???
Sampai kapan aku harus menunggu dirimu nampak di atas langit....???
Dan jika saja itu akan terjadi, kau akan berpijar dan berkedip menyinari mata hatiku.
Aku takan bosan untuk menunggumu walau semuanya harus aku lalui dengan hanya berteman kesunyian.
Akupun tidak terlalu berharap semua ini akan terjadi begitu cepat.
Hanya saja melalui tulisan ini aki ingin berbicara untuk terakhir kalinya tentang apa arti kesunyianku.

Malam yang aku duga akan berbicara tentang apa artikita di massa depan,
Telah membuatku terlempar ke dalam jurang keputus-asaan yang tek bertepi.
Aku tenggelam kedalam jurang yang aku sendiri tidak mengetahui
Seperti apa dalamnya dan bagaimana gelapnya.
Untuk saat ini aku seolah-olah tak ingin memanjat dalamnya jurang itu,
Dan menerangi gelapnya jurang ini.
Badanku masih lemah,
Begitupun bara hati ini belum bisa aku genggam,
Untuk aku pukulkan dan aku nyalakan.
Bintang...........
Tubuhku sudah terlalu letih terus-menerus dihantui.
Malam telah menjadi gelap sekali.
Mataku terasa berat...
Kuakhiri tulisan ini.....
Aku tidur.....

Ciamis, 12-14 Februari 2003