Praktek

All Blog Post

Selasa, 07 Juni 2011

ISO 9000

Adalah kumpulan standarisasi dan petunjuk untuk sistem manajemen berbasis jaminan kualitas dengan menyajikan standarisasi yang ketat.

ISO 9000 dibuat oleh International Organization of Standarization (IOS), sebuah lembaga standarisasi yang dibentuk oleh negara-negara yang tergabung dalam komunitas eropa (Euopean Union).

Untuk dapat memiliki sertifikat ISO 9000, setiap barang yang diuji harus melewati pemeriksaan pada 20 elemen.

Berikut 20 elemen pemeriksaan ISO 9000

1. Tanggung jawab manajemen,
2. Sistem kualitas,
3. Review kontrak,
4. Pemeriksaan rancangan,
5. Pemeriksaan dokumen,
6. Pembelian,
7. Distribusi produk,
8. Identifikasi dan penelusuran produk,
9. Pemeriksaan proses,
10. Pemeriksaan dan pengujian,
11. Peralatan pemeriksaan, penyaluran dan pangujian,
12. Status pemeriksaan dan pengujian
13. Pengawasan produk gagal,
14. Tindakan perbaikan,
15. Penanganan, penyimpanan, pengemasan dan pengiriman,
16. Pencatatan kualitas,
17. Pemeriksaan kualitas internal,
18. Pelatihan,
19. Pelayanan,
20. Tekhnik-tekhnik statistik.

60-70% perusahaan yang mengejar ISO 9000 biasanya gagal pada tahap pemeriksaan pertama, kegagalan ini disebabkan oleh kompleksitas dari standarisasi, birokrasi, kemungkinan kesalahan, dan kurangnya pengenalan persyaratan.

Awal mulanya sertifikat ISO 9000 diterapkan untuk barang-barang atau produk yang akan masuk ke pasar eropa. Namun dikarenakan standarisasi yang lebih ketat dibandingkan dengan standarisasi yang diterapkan oleh komunitas lain diseluruh dunia, maka ISO dijadikan standarisasi yang berlaku diseluruh dunia.

Pemeriksaan ISO 9000 berpusat pada kualitas sistem manjemen dan pengawasan proses tanpa memeriksa aspek hasil dan kepuasan pelanggan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar