Aku terpesona pada indah bola matamu
Aku terbuai oleh sayunya seyummu....
Salahkah aku bila seandainya aku menginginkan dirimu....?????
Lirih tutur sapa yang telah kau cipta
Menggugah naluri untuk tambatkan hatiku
Wangi tubuhmu yang semerbak tersenyum
Mencerminkan indahny pesona dirimu
Aku jatuh cinta kepadamu
Sejak pertama menatap indah bola matamu
Kau telah membuat hati ini jatuh
Hanya kepadamu....
Sejak kau tersenyum seindah itu...
Saat kita tersenyum, ada seberkas cahaya yang memancar dari diri kita kepada dunia.
Kamis, 26 Agustus 2010
Puitis Abist
Saat tanganku bisa aku gerakkan
Tak ada yang tak dapat aku tulis
Saat penaku menyentuh kertas ini
Aku tak perlu berkhayal
Tentang apa yang harus aku tulis
Mentari datang menyambut kesepian
Embun bertetesan diujung dedaunan
Pagi ini saat langit tersentuh
Aku mulai membukakan mata, menengadahkan muka
Bergerak beraturan bangun tergaduh
Kilauan sinar tergores di jendela
Memetik detik-detik jarum waktu
Membukakan telingaku yang tersedak
Diramtai sisa-sisa kegelapan
Pelan terarah kutulis kata-kata
Semisal sebuah janji atas apa
Gejolak hati dari bara yang tertanda
Saat diri dan jiwaku terasa hampa
Keindahan mulai berjatuhan diawal
Akhir ceritanya takkan kuizinkan bertahta
Seindsah apapun jalan tertempuh didalamnya
Maafkan bila aku tak berjeda
Seribu bintang yang telah jatuh
Takkan mungkin dapat merubah
Perasaan cinta yang telah tertanam
Wangi bunga yang telah kau taburkan
Di taman terindah, kini telah bersemi dan menyentuh
Mengertilah....Kau kan selalu tersenyum
Seiring lantunan syair menyentuh indah wajahmu
Saat kau tak disampingku....
Yakinkanlah bahwa :...
Aku selalu ada untukmu.....
Hilangkan perbedaan antar kita
Seperti terangnya sinaran dijiwa
Salam naluri untuk saling memiliki
Rindukan aku.........
Kenamglah kedamaian saat kita bersama
Biarkan gundah bersahaja mememanimu untuk sesaat
Seperti indahnya langit yang meneteskan bahasa kesejukan
Dari warna cerah pada lengkungan didalamnya
Angin terhanyut tiupkan nada
Susul sang waktu yang terdiam
Salahkan apa yang kau lihat
Lakukan apa saja bila semua khayal
Tak bisa diselesaikan dengan segala laku
Aku akan menundukan muka
Bila hasrat menjadi tak nyata
Akhirnya....
Sepuitis apapun tulisan ini
Masih seperti apa yang telah aku ungkapkan
Kemarin atau lain hari datangnya
Kau tetap saja mempesona
Bunga yang menjatuhkan air di kelopaknya
Ciamis, 30 Maret 2003
Tak ada yang tak dapat aku tulis
Saat penaku menyentuh kertas ini
Aku tak perlu berkhayal
Tentang apa yang harus aku tulis
Mentari datang menyambut kesepian
Embun bertetesan diujung dedaunan
Pagi ini saat langit tersentuh
Aku mulai membukakan mata, menengadahkan muka
Bergerak beraturan bangun tergaduh
Kilauan sinar tergores di jendela
Memetik detik-detik jarum waktu
Membukakan telingaku yang tersedak
Diramtai sisa-sisa kegelapan
Pelan terarah kutulis kata-kata
Semisal sebuah janji atas apa
Gejolak hati dari bara yang tertanda
Saat diri dan jiwaku terasa hampa
Keindahan mulai berjatuhan diawal
Akhir ceritanya takkan kuizinkan bertahta
Seindsah apapun jalan tertempuh didalamnya
Maafkan bila aku tak berjeda
Seribu bintang yang telah jatuh
Takkan mungkin dapat merubah
Perasaan cinta yang telah tertanam
Wangi bunga yang telah kau taburkan
Di taman terindah, kini telah bersemi dan menyentuh
Mengertilah....Kau kan selalu tersenyum
Seiring lantunan syair menyentuh indah wajahmu
Saat kau tak disampingku....
Yakinkanlah bahwa :...
Aku selalu ada untukmu.....
Hilangkan perbedaan antar kita
Seperti terangnya sinaran dijiwa
Salam naluri untuk saling memiliki
Rindukan aku.........
Kenamglah kedamaian saat kita bersama
Biarkan gundah bersahaja mememanimu untuk sesaat
Seperti indahnya langit yang meneteskan bahasa kesejukan
Dari warna cerah pada lengkungan didalamnya
Angin terhanyut tiupkan nada
Susul sang waktu yang terdiam
Salahkan apa yang kau lihat
Lakukan apa saja bila semua khayal
Tak bisa diselesaikan dengan segala laku
Aku akan menundukan muka
Bila hasrat menjadi tak nyata
Akhirnya....
Sepuitis apapun tulisan ini
Masih seperti apa yang telah aku ungkapkan
Kemarin atau lain hari datangnya
Kau tetap saja mempesona
Bunga yang menjatuhkan air di kelopaknya
Ciamis, 30 Maret 2003
Selasa, 24 Agustus 2010
Tuhan...Aku Memujimu...
Seribu keagungan atas dirimu
Yang telah menciptakan sebongkah daging
Dan dicampurkannya dengan segumpal darah
Ditumpahkan kehidupan diantaranya
Segala puji hanya untik nama-Mu
Yang telah menciptakan sejuta keindahan
Dan yang telah membinarkan mata ini
Agar kita dapat melihat keindahan itu
Maha suci atas kemurahan hati-Mu
Yang menjadikan dunia berpasang-pasangan
Yang telah memasangkan bintang dan gelap malam
Ynag telah menjadikan mentari bersinar setiap hari
Tiada tuhan selain diri-Mu
Yang menjaga semesta alam
Yang menuntun setiap gerak langkahku
Berpijak diatas penglihatan-Mu
Abadilah dirimu Zat yang maha sempurna
Yang memberikan apa yang telah engkau tumpahkan
Jalan terbaik dari semua jalan yang telah engkau berikan
Yang telah menciptakan sebongkah daging
Dan dicampurkannya dengan segumpal darah
Ditumpahkan kehidupan diantaranya
Segala puji hanya untik nama-Mu
Yang telah menciptakan sejuta keindahan
Dan yang telah membinarkan mata ini
Agar kita dapat melihat keindahan itu
Maha suci atas kemurahan hati-Mu
Yang menjadikan dunia berpasang-pasangan
Yang telah memasangkan bintang dan gelap malam
Ynag telah menjadikan mentari bersinar setiap hari
Tiada tuhan selain diri-Mu
Yang menjaga semesta alam
Yang menuntun setiap gerak langkahku
Berpijak diatas penglihatan-Mu
Abadilah dirimu Zat yang maha sempurna
Yang memberikan apa yang telah engkau tumpahkan
Jalan terbaik dari semua jalan yang telah engkau berikan
MALAM....
Bulan takkan datang
Bintang takkan keluar
Awan telah mendung
Langit akan gelap
Hujan akan turun
Kelelawar enggan untuk keluar
Bueung malam masih di dalam sarangnya
Binatang malam tak memberiku salam
Suasana mencekam
Dikamarku sama sepinya
Hujan mulai bergemerincik
Tak lama berselang kemudian memadat
Gelombang radio mulai bergemuruh petir
Kumatikan radioku
Suasana menjadi hiruk-pikuk
Aku berbaring sesaat
Kutatap langit-langit kamar
Kumatikan lampu
Kamarku gelap, mataku menjadi tak bisa terpejam
Alisku dipenuhi berjuta pemberat
Wajah seorang gadis berkelana diatas khayalku
Aku sesaat terpejam
Aku harap aku memimpikan kamu....
Ciamis, 23 Februari 2003
Bintang takkan keluar
Awan telah mendung
Langit akan gelap
Hujan akan turun
Kelelawar enggan untuk keluar
Bueung malam masih di dalam sarangnya
Binatang malam tak memberiku salam
Suasana mencekam
Dikamarku sama sepinya
Hujan mulai bergemerincik
Tak lama berselang kemudian memadat
Gelombang radio mulai bergemuruh petir
Kumatikan radioku
Suasana menjadi hiruk-pikuk
Aku berbaring sesaat
Kutatap langit-langit kamar
Kumatikan lampu
Kamarku gelap, mataku menjadi tak bisa terpejam
Alisku dipenuhi berjuta pemberat
Wajah seorang gadis berkelana diatas khayalku
Aku sesaat terpejam
Aku harap aku memimpikan kamu....
Ciamis, 23 Februari 2003
Kamis, 19 Agustus 2010
Bintang Di Langit....
BINTANG DI LANGIT.......
Bintang.........
Kau indah sekali malam ini.
Cahayamu berkedipan membelah angkasa kelam, yang sejak tadi diam membisu.
Sang raja siang telah pergi, digantikan, memberikan tempat untukmu.
Mengganti suasana tadi siang, yang panas, yang terang, yamh membuatku melepuh.
Berubah menjadi dingin dan akan mengembun nanti pagi.
Bintang.........
Aku sendiri disini......
Bintang.........
Mengapa kau terlalu jauh dari tempatku berpijak....?
Hingga aku hanya bisa menatapmu.
Langit......
Tolong katakan pada bintang betapa rindumya diriku.
Betapa aku tak bisa melupakan wajah anggunnya.
Saat matnya berbinar, seberkas cahaya pelangi nampak menggugah nafsuku, membuatku seakan ingin selalu menatapnya.
Saat bibirnya tersenyum, Bunga mawar seakan melekat di merahnya.
Wajahnya yang berseri, laksana embun pagi, mengatakan padaku bahwa hatinya seperti hatiku yang tulus kepadanya.
Bintang.........
Andai aku punya sayap seperti elang, Punya cahaya seperti raja siang, dan bisa berfikir secerdas jernihnya air sungai yang mengalir.
aku mungkin bisa datang ketempatmu.
Berbicara denagn bibirmu, menatap sayunya wajahmu, melihat dirimu tersenyum lebih indah, menatap sayunya wajhmu yang mengandung sesuatu.
Aku tak bisa menundukan mukaku saat aku melihat sinarnya yang berkaca-kaca.
Bintang.........
Maafkan aku bila saja aku terlalu berlebihan memujimu.
Tak ada kata terindah untuk bisa menggambarkan bagaiman indahnya dirimu.
Bulan yang bersinar malam ini pun seakan setuju dengan apa yang telah aku ungkapkan.
Langit yang sejak tadi engkau hiasi, hanya diam membisu, pertanda bahwa dia setuju dengan apa yang aku katakan.
Bintang.........
Apakah kau bisa lihat aku dari atas sana.....???
Apakah indah bumi tempat ku berdiri....???
Samakah kau lihat bumi seperti melihat dirimu dari sini....???
Putih....
Berkilau....
Berkelap-kelip....
Tak lebih berbedakah jarak antara penglihatanku dengan sinarmu.....???
Berapa saat waktu yang dibutuhkan untuk sinarmu sampai di kakiku yang telah berdebu ditiup angin malam yang selalu menemaniku di setiap kesendirianku.
Bintang.........
Bicaralah padaku tentang bagaimana sebenarnya kau menganggap aku....???
Tentang bagaiman keadaanku saat kau pertama kali melihatku....???
Tentang betapa hinanya aku....???
Dan tentang betapa berartinya sinarmu dihadapanku.
Sampai-sampai kau seperti tak ingin melihatku lagi.
Seperti saat aku dikejar olek tamaknya sang waktu yang berusaha mencabik-cabik tubuhku yang tak ada artinya lagi.
Tapi aku yakin Tuhan masih bersamaku.
keajaiban datang untukku, sang waktu yang telah mengoyak-ngoyak tubuhku akhirnya dapat pergi bersama semilirnya angin malam.
Tapi mungkinkah keajaiban datang untuk kedua kalinya.....???
Akupun sadar walupun dirimu tidak berpijak di langit, kaupun tidak akan jatuh kebumi.
Hanya dirimu dan Sang Waktu yang akan dapat membuka semau tabir rahasia didalam keindahan dirimu.
Bintang.........
Berteerima-kasihlah kepada Yang Maha Kuasa yang telah menciptakan dirimu diatas nirwana.
Kau sempurna bila saja kau ingat bagaiman dirimu diciptakan diatas nirwana.
Wujudmu menjadi tidak akan berbentuk bila saja suatu saat sinarmu tidak dapat memancar lagi, dan semua itu tak pernah aku harapkan.
Bintang.........
Semua tabir selalu dapat tersibak bila sudah sampai pada waktunya.
Saat sinarmu meredup, atau bahkan hilang sama sekali, itu poertanda bahwa Yang Maha Kuasa telah membatasi semua kesempurnaanmu.
Awan gelap secara perlahan akan menutupi cahayamu, suatu saat nanti, dan itu benar-benar akan terjadi.
Bintang.........
Cahaya hatimu takkan pernah hilang dari dalam jiwaku.
Kaulah bintang yang paling berbeda yang pernah aku lihat.
Mata hatiku tidak terlalu salah mengartikan semua ini.
Kaulah bintang yang ingin aku miliki.
Andai saj sayangmu tak dapat belabuh bersamaku, separuh hatiku terbah bersama perasaan yang telah hancur sepaerti saat kau hancurkan aku.
Biarlah akan kubawa perasaan ini dengan beban yang aku pikul di pundakku.
Bintang.........
Apakah awan gelap akan selalu menghalangiku....???
Sampai kapan aku harus menunggu dirimu nampak di atas langit....???
Dan jika saja itu akan terjadi, kau akan berpijar dan berkedip menyinari mata hatiku.
Aku takan bosan untuk menunggumu walau semuanya harus aku lalui dengan hanya berteman kesunyian.
Akupun tidak terlalu berharap semua ini akan terjadi begitu cepat.
Hanya saja melalui tulisan ini aki ingin berbicara untuk terakhir kalinya tentang apa arti kesunyianku.
Malam yang aku duga akan berbicara tentang apa artikita di massa depan,
Telah membuatku terlempar ke dalam jurang keputus-asaan yang tek bertepi.
Aku tenggelam kedalam jurang yang aku sendiri tidak mengetahui
Seperti apa dalamnya dan bagaimana gelapnya.
Untuk saat ini aku seolah-olah tak ingin memanjat dalamnya jurang itu,
Dan menerangi gelapnya jurang ini.
Badanku masih lemah,
Begitupun bara hati ini belum bisa aku genggam,
Untuk aku pukulkan dan aku nyalakan.
Bintang...........
Tubuhku sudah terlalu letih terus-menerus dihantui.
Malam telah menjadi gelap sekali.
Mataku terasa berat...
Kuakhiri tulisan ini.....
Aku tidur.....
Ciamis, 12-14 Februari 2003
Bintang.........
Kau indah sekali malam ini.
Cahayamu berkedipan membelah angkasa kelam, yang sejak tadi diam membisu.
Sang raja siang telah pergi, digantikan, memberikan tempat untukmu.
Mengganti suasana tadi siang, yang panas, yang terang, yamh membuatku melepuh.
Berubah menjadi dingin dan akan mengembun nanti pagi.
Bintang.........
Aku sendiri disini......
Bintang.........
Mengapa kau terlalu jauh dari tempatku berpijak....?
Hingga aku hanya bisa menatapmu.
Langit......
Tolong katakan pada bintang betapa rindumya diriku.
Betapa aku tak bisa melupakan wajah anggunnya.
Saat matnya berbinar, seberkas cahaya pelangi nampak menggugah nafsuku, membuatku seakan ingin selalu menatapnya.
Saat bibirnya tersenyum, Bunga mawar seakan melekat di merahnya.
Wajahnya yang berseri, laksana embun pagi, mengatakan padaku bahwa hatinya seperti hatiku yang tulus kepadanya.
Bintang.........
Andai aku punya sayap seperti elang, Punya cahaya seperti raja siang, dan bisa berfikir secerdas jernihnya air sungai yang mengalir.
aku mungkin bisa datang ketempatmu.
Berbicara denagn bibirmu, menatap sayunya wajahmu, melihat dirimu tersenyum lebih indah, menatap sayunya wajhmu yang mengandung sesuatu.
Aku tak bisa menundukan mukaku saat aku melihat sinarnya yang berkaca-kaca.
Bintang.........
Maafkan aku bila saja aku terlalu berlebihan memujimu.
Tak ada kata terindah untuk bisa menggambarkan bagaiman indahnya dirimu.
Bulan yang bersinar malam ini pun seakan setuju dengan apa yang telah aku ungkapkan.
Langit yang sejak tadi engkau hiasi, hanya diam membisu, pertanda bahwa dia setuju dengan apa yang aku katakan.
Bintang.........
Apakah kau bisa lihat aku dari atas sana.....???
Apakah indah bumi tempat ku berdiri....???
Samakah kau lihat bumi seperti melihat dirimu dari sini....???
Putih....
Berkilau....
Berkelap-kelip....
Tak lebih berbedakah jarak antara penglihatanku dengan sinarmu.....???
Berapa saat waktu yang dibutuhkan untuk sinarmu sampai di kakiku yang telah berdebu ditiup angin malam yang selalu menemaniku di setiap kesendirianku.
Bintang.........
Bicaralah padaku tentang bagaimana sebenarnya kau menganggap aku....???
Tentang bagaiman keadaanku saat kau pertama kali melihatku....???
Tentang betapa hinanya aku....???
Dan tentang betapa berartinya sinarmu dihadapanku.
Sampai-sampai kau seperti tak ingin melihatku lagi.
Seperti saat aku dikejar olek tamaknya sang waktu yang berusaha mencabik-cabik tubuhku yang tak ada artinya lagi.
Tapi aku yakin Tuhan masih bersamaku.
keajaiban datang untukku, sang waktu yang telah mengoyak-ngoyak tubuhku akhirnya dapat pergi bersama semilirnya angin malam.
Tapi mungkinkah keajaiban datang untuk kedua kalinya.....???
Akupun sadar walupun dirimu tidak berpijak di langit, kaupun tidak akan jatuh kebumi.
Hanya dirimu dan Sang Waktu yang akan dapat membuka semau tabir rahasia didalam keindahan dirimu.
Bintang.........
Berteerima-kasihlah kepada Yang Maha Kuasa yang telah menciptakan dirimu diatas nirwana.
Kau sempurna bila saja kau ingat bagaiman dirimu diciptakan diatas nirwana.
Wujudmu menjadi tidak akan berbentuk bila saja suatu saat sinarmu tidak dapat memancar lagi, dan semua itu tak pernah aku harapkan.
Bintang.........
Semua tabir selalu dapat tersibak bila sudah sampai pada waktunya.
Saat sinarmu meredup, atau bahkan hilang sama sekali, itu poertanda bahwa Yang Maha Kuasa telah membatasi semua kesempurnaanmu.
Awan gelap secara perlahan akan menutupi cahayamu, suatu saat nanti, dan itu benar-benar akan terjadi.
Bintang.........
Cahaya hatimu takkan pernah hilang dari dalam jiwaku.
Kaulah bintang yang paling berbeda yang pernah aku lihat.
Mata hatiku tidak terlalu salah mengartikan semua ini.
Kaulah bintang yang ingin aku miliki.
Andai saj sayangmu tak dapat belabuh bersamaku, separuh hatiku terbah bersama perasaan yang telah hancur sepaerti saat kau hancurkan aku.
Biarlah akan kubawa perasaan ini dengan beban yang aku pikul di pundakku.
Bintang.........
Apakah awan gelap akan selalu menghalangiku....???
Sampai kapan aku harus menunggu dirimu nampak di atas langit....???
Dan jika saja itu akan terjadi, kau akan berpijar dan berkedip menyinari mata hatiku.
Aku takan bosan untuk menunggumu walau semuanya harus aku lalui dengan hanya berteman kesunyian.
Akupun tidak terlalu berharap semua ini akan terjadi begitu cepat.
Hanya saja melalui tulisan ini aki ingin berbicara untuk terakhir kalinya tentang apa arti kesunyianku.
Malam yang aku duga akan berbicara tentang apa artikita di massa depan,
Telah membuatku terlempar ke dalam jurang keputus-asaan yang tek bertepi.
Aku tenggelam kedalam jurang yang aku sendiri tidak mengetahui
Seperti apa dalamnya dan bagaimana gelapnya.
Untuk saat ini aku seolah-olah tak ingin memanjat dalamnya jurang itu,
Dan menerangi gelapnya jurang ini.
Badanku masih lemah,
Begitupun bara hati ini belum bisa aku genggam,
Untuk aku pukulkan dan aku nyalakan.
Bintang...........
Tubuhku sudah terlalu letih terus-menerus dihantui.
Malam telah menjadi gelap sekali.
Mataku terasa berat...
Kuakhiri tulisan ini.....
Aku tidur.....
Ciamis, 12-14 Februari 2003
Langganan:
Postingan (Atom)